Usut Penyaluran BPNT Gresik, Polisi Masih Fokus pada Regulasi

Usut Penyaluran BPNT Gresik, Polisi Masih Fokus pada Regulasi

JawaPos. com – Kasus dugaan penyimpangan penyaluran tumpuan pangan nontunai (BPNT) memang medium diusut Unit Tipikor Polres Gresik. Pejabat dari Dinas Sosial (Dinsos) Gresik dan koordinator daerah (Korda) BPNT sudah dimintai keterangan. Tetapi, langkah penyidik tersebut masih periode awal.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febriyanto Prayoga yang mewakili Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menjelaskan, permohonan bukti kepada pejajabat dinsos dan Korda Senin lalu (27/7) itu perdana tahap awal. ”Masih fokus pada regulasi dulu. Lalu, kami sesuaikan dengan keterangan yang disampaikan, ” ujarnya kemarin.

Tempat menyatakan, ada beberapa hal yang menjadi fokus pemeriksaan dalam agenda BPNT tersebut. Terutama tentang tahanan yang dihadapi di lapangan. ”Salah satunya tentang sembako atau bahan pokok yang diterima masyarakat. Daripada keterangan, misalnya, jika ada yang rusak, boleh ditukar dengan baru, ” jelasnya. Nah, petunjuk tersebut tentu masih harus dikaji lebih mendalam dengan prinsip pengesahan. Apakah sudah ada warga dengan menukarkan sembako atau tidak.

Bayu mengatakan, pihaknya selalu berencana memanggil pihak-pihak terkait asing dalam waktu dekat. ”Regulasi & pedomannya kan banyak. Masing-masing bagian juga memiliki tupoksi berbeda. Karena itu, kami juga harus waspada. Apakah benar melanggar aturan atau hanya miskoordinasi, ” ucap tempat.

Berdasar data dengan dihimpun Jawa Pos, dugaan penyimpangan penyaluran BPNT itu tidak hanya terjadi di wilayah Gresik, tapi juga di beberapa daerah lain. Menanggapi itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko kala dimintai konfirmasi menyatakan bahwa masa ini pemeriksaan tersebut tentu menjelma wewenang daerah setempat. Demikian selalu di wilayah Gresik. ”Karena masih tahap awal, yang lebih mempunyai dan pas tentu wilayah polres setempat, ” paparnya.

”Apalagi, sudah ada yang dimintai keterangan. Tentu ada tahapan untuk mencari petunjuk lainnya, ” tinggi Trunoyudo.

Yang sah, jajaran kepolisian akan terus mencari jalan melakukan pencegahan dan penanganan maksimal di masa pandemi Covid-19. Tercatat dalam distribusi bantuan sosial. ”Sederhana saja, yang tidak pakai kedok saja diberi sanksi. Apalagi bila nanti terbukti ada penyelewengan persediaan bantuan sosial, sudah pasti sanksi berat menanti, ” ujarnya.

Sementara itu, penyaluran BPNT jatah Juli baru berakhir hari ini (29/7). Padahal, pada bulan-bulan sebelumnya, penyaluran bahan pangan tersebut biasanya sudah selesai pada minggu ketiga. Dari penelusuran tim Jawa Pos, sejumlah kecamatan seperti Ujungpangkah, Sidayu, Manyar, Bungah, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, dan Kebomas sudah selesai menyalurkan bantuan tersebut pada pertengahan bulan. Sedangkan untuk Kecamatan Cerme, berdasar data, penyaluran bantuan itu baru dijadwalkan selesai hari ini.

Kemarin (28/7), pada Kecamatan Cerme, bantuan disalurkan untuk Desa Betiting, Padeg, Guranganyar, Gedangkulut, Kandangan, Iker-Iker Geger, Cerme Kidul, dan Morowudi. Penyaluran sembako di kemasan atau paket itu dilakukan sejak pagi. ”Sembako yang dibagikan tidak berbeda jauh dengan bulan semrawut. Baik jumlah maupun kualitasnya, ” ucap NS, salah seorang penyambut bantuan itu.

Seperti diberitakan, kasus BPNT di era pandemi Covid-19 mendapat atensi banyak kalangan. Dari hasil penelusuran tim Jawa Pos di sejumlah daerah kecamatan, penyaluran bantuan tersebut diduga kuat menyimpang dari peraturan menteri sosial (permensos). Mulai bantuan yang sudah dibagikan dalam bentuk bagian, pembagian bukan di e-warong, karakter sembako yang kurang layak, maka temuan selisih harga Rp 30 ribu sampai Rp 40 seperseribu per paket. Warga kurang bisa pun tidak mendapatkan sembako senilai Rp 200 ribu setiap kamar.

Beberapa keluarga penyambut manfaat (KPM) ketika ditemui membuktikan tidak berani memprotes lantaran kacau namanya dicoret dari daftar penyambut BPNT. Mereka memilih menerima walaupun terkadang beras berkutu.

Saksikan video menarik beserta ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Pergeseran Meningkat, Pemerintah Ingatkan Daya Lonjakan Covid-19

fallback-image

Pengunjung Mal Anak-Anak Meningkat 30–40 Persen

fallback-image

KY Apresiasi DPR Sahkan tujuh Hakim Agung, Berikut Daftarnya

fallback-image

Penembakan Brutal di Kampus, 8 Tewas, Mahasiswa Lompat daripada Jendela