fallback-image

Surabaya Palagan Covid-19, Ruang Perkantoran Kurangi Pemakaian AC

JawaPos.com – Hampir semua ruangan di kompleks kantor Pemerintah Kota Surabaya sudah tak lagi memakai pendingin. Itu bagian dari palagan untuk mencegah penularan Covid-19.

”Area perkantoran tidak pakai AC agar sirkulasi perkantoran bagus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita kepada Jawa Pos kemarin (27/7).

Sebagai gantinya, sejak AC tak lagi dipakai dalam sebulan terakhir, disediakan kipas angin. Jendela kantor juga dibuka agar sirkulasi udara jadi lebih bagus.

Dalam kaitan dengan Covid-19, Surabaya memang masih jadi kota/kabupaten dengan jumlah kasus positif dan pasien meninggal tertinggi di Indonesia. Bahkan, jumlah kasus positifnya lebih tinggi ketimbang Jawa Barat dan jumlah kematiannya lebih tinggi ketimbang Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tapi, yang melegakan, tingkat kesembuhan di Surabaya juga terus meningkat. Mencapai 56,98 persen. Total, sudah ada 4.798 orang yang sembuh dari penyakit menular tersebut.

”Ada tambahan 65 kasus (kesembuhan, Red) baru,” jelas Feni, sapaan akrab Febria Rachmanita.

Dia menjelaskan, dalam tiga hari terakhir jumlah kesembuhan pasien lebih dari 50 orang per hari. Pada Sabtu (25/7), ada 57 orang. Kemudian, Minggu, 60 orang dinyatakan sembuh. Lalu, kemarin 65 orang.

Mereka sebelumnya menjalani perawatan di asrama haji yang dijadikan hotel, rawat inap di rumah sakit, dan isolasi mandiri di rumah. ”Pasien yang sudah sembuh diharapkan tetap menjaga imunitas tubuhnya. Caranya, jaga pola makan, istirahat teratur, olahraga, termasuk pernapasan,” jelas Feni.

Selain penanganan pasien terkonfirmasi, Pemkot Surabaya juga gencar menegakkan protokol kesehatan. Sudah ada Perwali 28/2020 dan Perwali 33/2020 yang menjadi payung hukum untuk penegakan protokol tersebut.

Disertai pula dengan sanksi seperti penyitaan KTP selama 14 hari, push-up, joget, hingga dibawa ke Liponsos Keputih untuk memberi makan orang dengan gangguan jiwa. Penegakan tersebut dilakukan dalam bentuk razia di berbagai sektor. Mulai tempat makan, tempat hiburan malam, sampai pasar tradisional.

Bahkan, pasar induk seperti Pasar Keputran juga ditutup selama sepekan. Rapid test dan swab test juga gencar dilakukan di Pasar Pabean yang merupakan pasar induk untuk aneka ikan.

”Kalau semua taat, insya Allah bisa,” kata Feni.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menuturkan, masyarakat juga dilibatkan secara aktif untuk pencegahan Covid-19. Di antaranya melalui pembentukan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Cara tersebut terbukti cukup efektif untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan warga.

”Ada Satgas Wani Ngandani, Wani Sejahtera, Wani Jogo, dan Wani Sehat. Pemkot akan memberikan dana stimulan Rp 10 juta kepada satgas tersebut,” jelas Whisnu.

Warga sebelumnya juga sudah swadaya untuk membentuk kampung tangguh tersebut. Tetapi, dana mereka terbatas. Padahal, selama pandemi masih berlangsung, tetap dibutuhkan langkah-langkah pencegahan masif di perkampungan.

Lebih lanjut Whisnu menuturkan, lurah menjalankan fungsi sebagai koordinator di satgas kampung tangguh tersebut. Lurah harus bisa menganalisis problem di wilayahnya. ”Karena masing-masing wilayah berbeda karakteristiknya,” tambah dia.

Sementara itu, penambahan kasus positif di Jawa Timur secara keseluruhan juga masih tinggi. Namun, di sisi lain, jumlah pasien yang sembuh lebih tinggi daripada kasus positif.

”Ini tren positif yang terjadi dalam dua pekan terakhir,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Banyaknya kasus positif dianggapnya sebagai kompensasi atas testing yang digelar di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk mengungkap kasus positif di bawah permukaan. Terbukti, banyak orang tanpa gejala (OTG) yang terungkap.

Saksikan video menarik berikut ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Persipura Jayapura Datangkan Elisa Basna

fallback-image

Panas Imaji Bantu Promosikan UMKM Indonesia dengan Cara Baru

fallback-image

Perbandingan Kasus Covid-19 di Surabaya Raya Terkini

fallback-image

Traveloka Gandeng Sahabat Pulau Nusantara Tanam 10. 000 Bakau