Summarecon Optimistis Target Penjualan Rp dua, 5 Triliun Tercapai

Summarecon Optimistis Target Penjualan Rp dua, 5 Triliun Tercapai

JawaPos. com – Perusahaan pengembang PT Summarecon Mulia Tbk (SMRA) mengaku, meskipun industri properti masih diselimuti ketidakpastian kelanjutan pandemi covid-19, namun respons pasar masih cukup bagus. Sehingga, penjualan Summarecon masih lancar dan men sesuatu yang baik.

Presiden Direktur SMRA, Adrian P. Adhi mengatakan, pihaknya telah merekam pendapatan pra-penjualan ( marketing sales ) sebesar Rp 1, 9 triliun. Sehingga, pihaknya sangat optimistis target marketing sales sebesar Rp 2, 5 triliun maka akhir tahun ini akan makbul.

“Kami tidak pungkiri pandemi ini memang sangat mempengaruhi bisnis properti SMRA, namun awak juga melihat penjulana di townships ana cukup baik. Kami sadar tak bisa larut dalam pandemi, sebab karena itu kita akan terus melalukan inovasi, menggali potensi & menemukan opportunity, ” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (29/9).

Ke depan, Adrian menuturkan, pihaknya akan terus mengembangkan serta meluncurkan produk – keluaran baru yang dibutuhkan oleh asosiasi. “Banyak townships yang kami kembangkan dengan nanatinya pada gilirannya akan saya launching pada tahun depan, ” tuturnya.

Adrianto mengungkapkan, era ini pihaknya tengah mengembangkan wilayah berskala kota di Bogor, Jawa Barat yang segera akan menjadi satu diantara icon dan signature Summarecon, yaitu Summarecon Bogor. “Kami optimistis, peluncuran Summarecon Bogor juga akan disambut bagus oleh masyarakat, ” imbuhnya.

Direktur Summarecon Herman Nagaria menjelaskan, summarecon Bogor memiliki merata 500 hektar, sangat ideal buat dikembangkan sebagai kota mandiri. Hadir di lokasi yang sangat strategis, bersisian dengan Kota Bogor, serta dapat dijangkau melalui akses tepat pintu tol Bogor Selatan dengan terhubung dengan Tol Jagorawi, mengikuti dapat pula diakses dari tanah air Bogor.

“Summarecon akan mengembangkan kota baru di Enau karena kawasan ini memiliki potensi yang luar biasa baik lantaran alam maupun pasarnya, ” ucapnya.

Sementara Direktur Summarecon Benjamin menambahkan summarecon Bogor merupakan pengembangan berskala kota yang pada dalamnya akan saling terintegrasi jarang hunian, dengan fasilitas kota yang lain seperti tempat usaha, komersial, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang menguatkan penghuni dapat melakukan beragam denyut didalamnya.

“Memperhatikan trend work from home , maka tidak hanya tempat tapi juga fasilitas lainnya di Summarecon Bogo diciptakan untuk menutup beragam aktivitas penghuninya. Dengan memungut teknologi seperti koneksi internet berkecepatan tinggi, bekerja nantinya tidak hanya dapat dilakukan di rumah, akan tetapi juga di taman, clubhouse dengan konsep co-working space dan fasilitas lainnya, ” tuturnya.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Walau No 1 Dunia Tumbang, Jepang ke Final secara Sikat Malaysia 3-1

fallback-image

Liriknya Dijadikan Lawakan, Pencipta Lagu Harta Berharga Geram

fallback-image

Jalani Operasi Bentall, Chef Haryo dan Istri Baca Ciri Nabi Ayub

fallback-image

Varian Covid-19 Masih jadi Gertakan, 3 Prokes Ini Wajib Dipatuhi