fallback-image

Ronaldo Singkirkan Coca-Cola, Federasi Dengan Kena Hukuman Denda

JawaPos. com- ’’Agua (air putih, Red), ’’ ucap kapten Portugal Cristiano Ronaldo sesudah menyingkirkan dua botol Coca-Cola di depannya dalam konvensi pers jelang lawan Hungaria (14/6).

Kejadian itu kemudian viral.

Tak hanya melaksanakan saham Coca-Cola anjlok & potensi merugi hingga Rp 57 triliun, yang dilakukan Ronaldo tersebut juga jadi tren pemain lain.

Gelandang Italia Manuel Locatelli melakukan hal yang sama. Sementara itu, sasaran dengan ditepikan gelandang Prancis Paul Pogba adalah botol Heineken, sponsor minuman Euro 2020 lainnya.

Gaya itulah yang tidak disukai UEFA. Sebab, tindakan para-para pemain tersebut telah menjatuhkan kerja sama UEFA dengan partnernya di Euro 2020.

”Partner cukong merupakan bagian integral lantaran penyelenggaraan sebuah turnamen & punya peran dalam pengembangan sepak bola di semesta Eropa, ” kata Penasihat Turnamen UEFA Martin Kallen di laman resmi UEFA.

Atas tindakan tersebut, UEFA memang tak akan menjatuhkan hukuman denda secara langsung kepada para pemain bersangkutan. Hukuman diperuntukkan pada federasi.

Artinya, denda untuk Ronaldo menjadi tanggungan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF). ”Aturan itu sudah ditandatangani pada setiap federasi yang berpartisipasi disini, ” tegas Kallen.

UEFA memang menetapkan melindungi sponsor mengingat ada dana besar yang mereka kucurkan. Coca-Cola dan Heineken, misalnya, disebut menyuntikkan simpanan hingga EUR 2 miliar (Rp 34, 2 triliun).

Alokasinya antara lain untuk prize money EUR 371 juta (Rp 6, 34 triliun), kompensasi ke klub sebagai pemilik pemain sebanyak EUR 200 juta (Rp 3, 41 triliun), maupun dana perluasan untuk 55 federasi bagian UEFA yang mencapai EUR 775 juta (Rp 13, 2 triliun).

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Walau No 1 Dunia Tumbang, Jepang ke Final secara Sikat Malaysia 3-1

fallback-image

Liriknya Dijadikan Lawakan, Pencipta Lagu Harta Berharga Geram

fallback-image

Jalani Operasi Bentall, Chef Haryo dan Istri Baca Ciri Nabi Ayub

fallback-image

Varian Covid-19 Masih jadi Gertakan, 3 Prokes Ini Wajib Dipatuhi