Permintaan Izin Hajatan Meningkat di Tulungagung

Permintaan Izin Hajatan Meningkat di Tulungagung

JawaPos. com –Permohonan izin menyelenggarakan hajatan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menemui peningkatan sejak lima bulan final. Sebelumnya pada April hingga Agustus sebanyak 130 permohonan kini menjadi 417 surat rekomendasi berdasar informasi pada September.

”Permintaan surat rekomendasi meningkat hampir 3 kali lipat dibanding lima kamar lalu, ” kata Wakil Ujung Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro seperti dilansir dari Antara di Tulungagung, Rabu (14/10).

Meningkatnya permohonan rekomendasi hajatan tak terlepas dari pelonggaran kebijakan acara dengan berpotensi mengumpulkan massa, terutama buat kegiatan hajatan keluarga. Kendati tersedia pembatasan jumlah tamu yang hadir, serta tidak diperkenankannya memakai rencana hiburan yang berpotensi memicu kelompok orang, warga yang menggelar perhelatan terus meningkat dari waktu ke waktu. Syaratnya, mereka harus menyabet rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

”Untuk bisa mendapatkan surat rekomendasi klub harus melengkapi beberapa persyaratan. Semacam, harus ada penanggung jawab, menodong izin kepada kepala desa terkait tempat, melampirkan jumlah undangan serta  layout   atau tata letak. Karena nanti saya yang menganalisis apakah di lingkungan tersebut ada transmisi lokal atau tidak, ” kata Galih Nusantoro.

Berdasar pusat bahan laporan (Pusdalop) GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung, pada September 2020 tulisan rekomendasi hajatan yang dikeluarkan sebesar 417 lembar. Sedangkan pada April hingga Agustus, Gugus Tugas Kabupaten Tulungagung hanya mengeluarkan sebanyak 130 surat rekomendasi saja.

”Kalau dibandingkan pada masa kausa pandemi ya, jadi satu kamar terakhir permintaan rekomendasi memang tengah mengalami peningkatan yang cukup kaya, yakni sekitar 417, ” perkataan Galih Nusantoro.

Galih mengatakan, hingga saat ini, Konglomerasi Tugas Kabupaten Tulungagung hanya mampu mengeluarkan surat rekomendasi untuk hajatan saja. Sedangkan untuk pagelaran kesibukan yang sifatnya peringatan dan per yang berpotensi mengundang kerumunan dan tidak bisa dikendalikan. Pihaknya sedang belum bisa mengeluarkan izin maupun rekomendasi.

”Pada rancangan hajatan ada hiburan dengan mengundang penyanyi masih diperbolehkan. Namun sifatnya hanya pengiring acara, bukan acara inti yang membuat tamu seruan ikut berjoget, ” tutur Galih Nusantoro.

Dalam menunaikan hajatan untuk satu sesi suntuk berdurasi tiga jam. Misalnya, undangan 100 orang dan kapasitas tempatnya hanya untuk 50 orang, bisa dibagi menjadi dua sesi.

Saksikan video memikat berikut ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Walau No 1 Dunia Tumbang, Jepang ke Final secara Sikat Malaysia 3-1

fallback-image

Liriknya Dijadikan Lawakan, Pencipta Lagu Harta Berharga Geram

fallback-image

Jalani Operasi Bentall, Chef Haryo dan Istri Baca Ciri Nabi Ayub

fallback-image

Varian Covid-19 Masih jadi Gertakan, 3 Prokes Ini Wajib Dipatuhi