Penyelidik AS Sebut Restoran 4 Kala Lebih Berisiko Penyebaran Covid-19

Penyelidik AS Sebut Restoran 4 Kala Lebih Berisiko Penyebaran Covid-19

JawaPos. com – Saat ini sebagian luhur restoran sudah mulai mengizinkan pengunjung untuk makan di tempat, tidak lagi seperti masa awal pandemi Covid-19. Konsumen hanya diizinkan menyembunyikan makanan dan pesan antar. Tetapi, tetap saja meski sudah menerapkan protokol kesehatan, risiko tetap saja ada saat berada di sungguh rumah.

Dilansir sejak Live Science, Selasa (24/11), penyelidik di Amerika Serikat menyebutkan kalau restoran, kafe, dan pusat kebaikan menjadi lokasi subur bagi superspreading atau penyebar super untuk memengaruhi Covid-19, terutama di kota-kota gembung AS.

Temuan yang diterbitkan pada 10 November dalam Jurnal Nature juga menunjukkan bahwa mengurangi jumlah kapasitas maksimal pada restoran dirasa lebih efektif daripada lockdown atau penguncian. Penulis senior studi, Jure Leskovec, yang juga seorang ilmuwan komputer di Universitas Stanford membuat model untuk meniru penyebaran Covid-19 di 10 kota besar di AS yakni New York, Los Angeles, Chicago, Dallas, Washington, D. C., Houston, Atlanta, Miami, Philadelphia, dan San Francisco.

Model tersebut tidak hanya memperhitungkan faktor standar di penyebaran penyakit menular (seperti berapa banyak orang yang rentan, terpapar, terinfeksi, dan kebal terhadap virus), tetapi juga menggunakan data nyata yang menunjukkan seberapa sering karakter melakukan kontak dekat dengan karakter lain.

Untuk melakukannya, mereka memasukkan informasi tentang kepribadian orang-orang menggunakan data telepon seluler dari 98 juta orang Amerika, melacak pergerakan dari lingkungan mereka ke sekitar 553. 000 tempat umum antara 1 Maret tenggat 2 Mei. Peneliti juga memperoleh ukuran luas dari tempat-tempat ini untuk menghitung jumlah orang mulai kaki persegi di setiap kedudukan pada waktu tertentu.

Mereka menemukan bahwa model dengan sedang mereka garap dapat secara akurat memprediksi jumlah kasus Covid-19 harian di kota-kota itu. Para peneliti kemudian memperkirakan jumlah infeksi yang terjadi di setiap letak umum, dan menemukan bahwa beberapa besar infeksi terjadi di sejumlah kecil kota.

Penyelidik menemukan restoran memiliki risiko dengan jauh lebih tinggi daripada wadah yang lain dalam menyumbang jumlah infeksi baru. Bahkan bisa 4 kala berisiko.

“Restoran sekitar ini merupakan tempat paling berisiko, sekitar empat kali lebih berisiko daripada gym dan kedai salinan, diikuti oleh hotel, ” introduksi Leskovec dalam konferensi pers serupa dilansir Times.

Para peneliti berhipotesis bahwa restoran merupakan tempat yang ramai, terlebih tamu tinggal dalam waktu lama. Kaum tempat yang berisiko rendah pada antaranya diler mobil, pompa petrol, dan toko kelontong. Temuan tersebut menyarankan cara bagi pembuat kecendekiaan untuk mengurangi kepadatan dalam menekan tingkat infeksi Covid-19, misalnya secara batasan hunian.

Saksikan video menarik berikut ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Tekan Risiko Banjir Jakarta, PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

fallback-image

Geledah Rumah Azis Syamsuddin, KPK Kembali Amankan Sejumlah Tanda

fallback-image

Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona, Pejabat India Bakal Dihukum

fallback-image

Pertukaran Blok Rokan, Legislator Riau Soroti Pasokan Listrik