Penonton Non-Jepang Diizinkan Menghadiri Olimpiade Tokyo

Penonton Non-Jepang Diizinkan Menghadiri Olimpiade Tokyo

JawaPos. com – CEO panitia pemangku Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengonfirmasi bahwa sejumlah penggemar non-Jepang kira-kira diizinkan untuk hadir menonton pesta olahraga multievent ini. Tetapi, tetap dengan aturan yang ketat.

“Pada musim semi mendatang, kami akan membuat langkah-langkah untuk semua penonton, termasuk warga non-Jepang, ” kata Muto setelah rapat tentang tindakan pencegahan infeksi virus Covid-19, seperti dilansir Associated Press , dikutip dari Antara , Jumat (13/11) WIB.

“Untuk non-Jepang, kami perlu memastikan bahwa kami memberi kesempatan menonton untuk mereka juga. ”

Menurut Muto, meskipun penonton diizinkan hadir, tetapi akan ada petunjuk ketat, aturan yang harus diikuti dan aplikasi kesehatan untuk membuntuti penonton dan memantau penyebaran infeksi virus corona.

Muto mengatakan mungkin akan sulit menancapkan penggemar ke karantina, tetapi tempat menyarankan nanti itu mungkin terjadi.

“Mengenai penonton lantaran luar negeri, apakah harus menjalani karantina selama 14 hari ataupun tidak, apakah kita bisa melepaskan atau tidak. Itu tergantung situasi… Ada kemungkinan karantina ini dibebaskan jika memenuhi persyaratan tertentu, ” kata Muto.

Penyelenggara dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) menargetkan setidaknya lima bulan sedang untuk menyelesaikan program dan rancangan mereka dalam menyelenggarakan Olimpiade yang akan diikuti sekitar 11. 000 atlet dan puluhan ribu ofisial, juri, sponsor, media dan angkasawan tersebut.

Olimpiade Tokyo yang seharusnya berlangsung musim tunas tahun ini ditunda tahun ajaran akibat pandemi COVID-19, dan bakal dibuka pada 23 Juli 2021

“Kecemasan penonton sebab tidak tahu apakah mereka betul-betul bisa pergi ke Olimpiade atau tidak, bisa dimengerti, ” kata Muto.

“Kami mau memperhatikan penonton sebanyak mungkin sambil kami mengambil tindakan pencegahan pada saat yang sama untuk dapat menampung sebanyak mungkin penonton. ”

Muto mengatakan belum tersedia keputusan tentang jumlah penonton dengan diizinkan masuk ke venue. Beberapa stadion bisbol di Jepang sudah bereksperimen dengan kapasitas sebesar 80%.

“Apakah kami mau memiliki kapasitas penuh atau tidak, keputusan belum dibuat karena bermacam-macam eksperimen sedang berlangsung, ” kata Muto.

Muto mengucapkan, panitia juga sedang mengkaji & menyusun tata tertib bagi penonton di arena.

“Ada kemungkinan kita meminta penonton untuk tidak berteriak dan berbicara secara suara lantang. Tapi belum ada kesimpulan, ” ujarnya.

Presiden IOC Thomas Bach mengonfirmasi Rabu dalam sebuah pengarahan di Swiss bahwa dia akan berkecukupan di Tokyo minggu depan untuk kunjungan pertamanya sejak Olimpiade ditunda. Bach memberikan jawaban tegas “tidak ” ketika ditanya apakah peluang untuk membatalkan Olimpiade akan dibahas di Tokyo.

Bach diperkirakan akan bertemu dengan Pertama Menteri baru Yoshihide Suga & berbicara dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Presiden panitia Tokyo Yoshiro Mori dan lainnya yang terkait dengan Olimpiade.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Tekan Risiko Banjir Jakarta, PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

fallback-image

Geledah Rumah Azis Syamsuddin, KPK Kembali Amankan Sejumlah Tanda

fallback-image

Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona, Pejabat India Bakal Dihukum

fallback-image

Pertukaran Blok Rokan, Legislator Riau Soroti Pasokan Listrik