Pengamat Sebut Video Yel-yel Banteng Ketaton Ungkapan Kekecewaan

Pengamat Sebut Video Yel-yel Banteng Ketaton Ungkapan Kekecewaan

JawaPos. com –Video belasan warga beratribut Banteng Ketaton yang mencanangkan kata-kata kasar kepada Wali Tanah air Surabaya Tri Rismaharini menjadi trending topik di media sosial.

Hal itu dilihat Pengamat Politik Universitas Airlangga Kacung Marijan, sebagai hal yang wajar. Menurut dia ujaran hancurkan Risma! yang diteriakkan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Risma.

Kacung Marijan tahu hal tersebut dilakukan mantan pendukung Risma dahulu. ”Itu kan dilakukan oleh pendukung Bu Risma dulu. Ada kelompok pendukung yang kecewa dengan Bu Risma. Itu selalu, ” ujar Kacung Marijan dalam Jumat (27/11).

Jongos Marijan menyatakan, hal itu didorong oleh kekecewaan saja. ”Ya semacam itu wajar saja. Namanya juga gerombolan yang kecewa. Mereka melakukan tersebut untuk menyuarakan tuntutannya, ” sah Kacung Marijan.

Tempat menegaskan, hal itu tidak jadi dilakukan pendukung lama pasangan Bahan Wali Kota dan Calon Pemangku   Wali Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman.

”Banteng Ketaton kan pendukung baru Machfud Arifin-Mujiaman, yang sebelumnya kecewa kepada Bu Risma. Fenomena biasa itu. Namanya juga orang kecewa. Mereka membongkar-bongkar figur lain, ” jelas Pesuruh Marijan.

Sementara itu, pengamat politik dari FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya Andri Arianto melihat bahwa video tersebut salah sasaran. ”Kedua paslon adalah kantestan baru. Risma tidak mengikuti kampanye itu. Jadi video ini salah sasaran. Video itu bukan  black campaign . Bu Risma tidak bertarung, ” tutur Andri.

Dia mempertanyakan haluan video tersebut. Video tersebut termasuk pembunuhan karakter. ”Kita semua punya ibu. Pantaskah kata-kata itu dilontarkan? Kalau  nggak   suka sama Risma, ya  ngomong   ke DPRD. Problemnya adalah ketidaksukaan yang diekspresikan dalam bentuk sarkasme, ” ujar Andri.

Saksikan video menarik berikuta ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Pertikaian dengan Kelompok Separatis Mengejawantahkan Stagnasi di Papua

fallback-image

Pemkot Surabaya Larang Tradisi Takbir Keliling dan Open House

fallback-image

Polemik Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN, Perkom Lampaui Undang-Undang

fallback-image

Hobi Baking Kue, Intip Selera BCL Saat Kirim Hampers Lebaran