fallback-image

Penelaahan Tatap Muka Juli 2021 Sulit Dipaksakan Serentak

JawaPos. com – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengapresiasi Kemendikbud dan Kemenag yang sudah membuat Wacana Panduan Penyelenggaran Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Covid-19 dengan sangat lengkap dan detil, sebagai pedoman bagi pemda dan sekolah dalam menyiapkan Pembelajaran Tatap Muka di awal tahun ajaran anyar 2021/2022.

Pemimpin Nasional P2G, Satriwan Sehat mengatakan, pihaknya sangat memahami ancaman learning loss, meningkatnya angka putus sekolah, serta angka perkawinan usia sekolah di beberapa daerah jadi dampak pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama hampir 1, 5 tahun yang belum efektif, yang akan berpengaruh panjang, bahkan sangat berpotensi mengancam bonus demografi Indonesia, sebab ini menyangkut nilai SDM Indonesia sekarang serta nanti.

Tetapi, lanjutnya, di sisi asing faktor risiko sangat gede, jika sekolah dipaksa dibuka serentak pertengahan Juli 2021 nanti. Mengingat angka Covid-19 masih tinggi, munculnya varian baru Covid yaitu B. 1. 1. 7 dengan penularannya lebih cepat serta ganas, dan angka positivity rate yang masih mulia di atas 10 persen di banyak daerah. Tetap opsi memaksa membuka madrasah akan mengancam nyawa, kesejahteraan, dan masa depan siswa termasuk guru dan keluarganya.

“Bagi P2G, ada 2 indikator otoriter sekolah bisa dimulai tatap muka di awal Tarikh Ajaran Baru Juli 2021 nanti, yaitu tuntasnya vaksinasi guru dan tenaga kependidikan, kemudian sekolah sudah menutup semua Daftar Periksa kesiapan sekolah tatap muka, dengan berisi 11 item, serta 2 hal ini tak bisa ditawar-tawar” ujarnya di keteranganya, Sabtu (5/6).

Satriwan melanjutkan sarana pertama adalah tuntasnya vaksinasi guru. Adapun proses vaksinasi guru dan tendik awal ditargetkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim rampung bulan Juni 2021 bagi 5 juta pendidik dan tendik, ternyata hingga awal Juni ini baru sekitar 1 juta guru yang divaksin.

“Kami dari pangkal mendapatkan laporan dari jaringan P2G daerah, vaksinasi tutor tendik memang lambat pada daerah-daerah. Kami meminta kementerian terkait gercep, apalagi kita baru impor vaksin lantaran luar, ” imbuhnya.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Persipura Jayapura Datangkan Elisa Basna

fallback-image

Panas Imaji Bantu Promosikan UMKM Indonesia dengan Cara Baru

fallback-image

Perbandingan Kasus Covid-19 di Surabaya Raya Terkini

fallback-image

Traveloka Gandeng Sahabat Pulau Nusantara Tanam 10. 000 Bakau