Mengambil Berutang di Saat Krisis, Pinjaman Tahun 1998 Pun Masih Dicicil

Mengambil Berutang di Saat Krisis, Pinjaman Tahun 1998 Pun Masih Dicicil

JawaPos. com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, ternyata Indonesia masih dibebani utang pada krisis tahun 1998 lalu. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan, pemerintah masa itu terpaksa memutuskan berhutang sebab terjebak situasi krisis yang berat.

“22 tahun yang lalu ibaratnya itu senior kita, mungkin orang tua kita yang memutuskan ketika itu udah deh kita utang aja, krisisnya ampun-ampunan, ” ujarnya di media baik instagram, Kamis (18/6).

Suahasil menyebut, utang Indonesia tahun 1998 lalu masih tercatat pada neraca Bank Indonesia (BI). “Artinya masih ada yang masih harus kita bayar sampai sekarang, ” ucapnya.

Suahasil menjelaskan, pengelolaan utang saat ini jauh lebih baik dibandingkan 1998 redup. Sebab, dalam mengelola keputusan utang pemerintah melakukannya secara konseptual, teori, dan berprinsip.

“Sekarang ketika kita menghadapi Covid ini, saya merasa bahwa utang justified, memang kita utamakan pakainya sebaik mungkin, jauh deh kalau dipadankan dengan 1998 cara kita mengelola anggaran, cara kita mengelola pinjaman, ” tuturnya.

Suahasil menambahkan, bahwa pemerintah dalam mengambil keputusan berhutang akan dipertanggungjawabkan. Sebab, hal tersebut akan disampaikan di dalam laporan keuangan pemerintah, diaudit sebab Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) dan disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang kemudian diketahui oleh terbuka.

“Nah ini yang harus kita pertanggungjawabkan, ” tutupnya.

Saksikan gambar menarik berikut ini:

Link Info Keluaran HK

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Tekan Risiko Banjir Jakarta, PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

fallback-image

Geledah Rumah Azis Syamsuddin, KPK Kembali Amankan Sejumlah Tanda

fallback-image

Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona, Pejabat India Bakal Dihukum

fallback-image

Pertukaran Blok Rokan, Legislator Riau Soroti Pasokan Listrik