fallback-image

Mantu Amien Rais Ketum Partai Ummat, PAN Sindir Oligarki

JawaPos. com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menyindir ada hawa oligarki pada tubuh Partai Ummat dengan dideklarasikan Amien Rais. Pasalnya, menantu Amien didapuk menjadi Ketua Umum Partai Ummat, yakni Ridho Rahmadi tatkala Amien Rais sendiri menjelma Ketua Majelis Syuro.

“Karena ini menantu Pak Amien, masyarakat mau menilai apakah praktek oligarki atau partai dibentuk dalam sistem kerajaan telah resmi pada partai ummat. Tentu masyarakat sudah cerdas, kita persilakan masyarakat menilai, ” ujar Guspardi saat dihubungi, Kamis (29/4)

Anggota Komisi II DPR ini enggan berspekulasi apakah Partai Ummat sengaja didirikan Amien untuk membangun kerabat politik atau tidak. Menurut dia, masyarakat yang akan memperhitungkan tujuan Amien mendirikan kelompok tersebut.

“Sebelum jadi Ketum Ummat, telah banyak berita yang mengutarakan bahwa mas Ridho adalah menantu Pak Amien. Seluruh orang itu sudah mengetahui dan memahami, tentu dengan jalan apa respons masyarakat terhadap partai yang didirikan oleh Pak Amien, tentu silakan bangsa yang menilai, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Guspardi menegaskan bahwa partainya tidak terganggu atau ngerasa tersaingi dengan kehadiran Partai Umat. Menurut dia, PAN menyatakan setiap warga negara berhak mendirikan sebuah partai.

“Ini bagian aktualisasi daripada demokrasi. Saja untuk menjadi peserta pemilu tentu harus dipenuhi juga persyaratan-persyaratan untuk menjadi golongan politik peserta pemilu, ” tuturnya.

“Setelah itu ada lagi jalan lain, untuk bisa berada di senayan harus bisa memenuhi parliamentary threshold, serta biasanya partai baru pelik dan susah untuk bisa capai hal demikian, ” tambahnya.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Walau No 1 Dunia Tumbang, Jepang ke Final secara Sikat Malaysia 3-1

fallback-image

Liriknya Dijadikan Lawakan, Pencipta Lagu Harta Berharga Geram

fallback-image

Jalani Operasi Bentall, Chef Haryo dan Istri Baca Ciri Nabi Ayub

fallback-image

Varian Covid-19 Masih jadi Gertakan, 3 Prokes Ini Wajib Dipatuhi