KPK Dalami Aliran Dana Korupsi PT DI dari Anak Mantan Wapres

KPK Dalami Aliran Dana Korupsi PT DI dari Anak Mantan Wapres

JawaPos. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut aliran sedekah dugaan korupsi penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tahun anggaran 2007-2017. Institusi antirasuah telah memeriksa Komisaris Mandiri PT DI, Isfan Fajar Satryo serta dua pensiunan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mayjen (Purn) Tisna Komara dan Mayjen (Purn) Abdul Ghofur.

Ketiganya diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Direktur Utama PT PAL, Budiman Saleh. Diketahui, Isfan ialah putra Wakil Presiden keenam MENODAI, Try Sutrisno.

“(Saksi) Dikonfirmasi terkait dugaan aliran uang dari proyek pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT. Udara Indonesia Tahun 2007 sampai secara 2017, ” kata pelaksana suruhan (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri.

Selain tersebut, penyidik KPK juga mengonfirmasi melanggar aliran dana korupsi PT DALAM ke dua pensiunan jenderal TNI lainnya, Mayjen TNI (Purn) Tjuk Agus Minahasa dan Marsda (Purn) Yadi Husyadi di Mapolres Bandung. Keduanya diperiksa untuk melengkapi susunan penyidikan dengan tersangka Budiman Taat.

“Kedua saksi pula dikonfirmasi terkait dugaan aliran uang dari proyek pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Udara Indonesia Tahun 2007 sampai dengan 2017, ” pungkas Ali.

Dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia bermula pada awal 2008, saat Budi Santoso demi Dirut PT Dirgantara Indonesia & Irzal Rinaldi Zailani selaku Asisten Direktur Utama bidang Bisnis Negeri PT Dirgantara Indonesia bersama-sama secara Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Eksekutif Aerostructure, serta Arie Wibowo demi Kepala Divisi Pemasaran dan Pemasaran menggelar rapat mengenai kebutuhan simpanan PT Dirgantara Indonesia untuk memperoleh pekerjaan di kementerian lainnya.

Dalam rapat itu serupa dibahas mengenai biaya entertainment dan uang rapat-rapat yang nilainya tak dapat dipertanggungjawabkan melalui bagian keuangan. Budi Santoso mengarahkan agar lestari membuat kontrak kerjasama mitra ataupun keagenan sebagai sarana untuk menutup kebutuhan dana tersebut. Namun sebelum dilaksanakan, Budi meminta agar melaporkan terlebih dahulu rencana tersebut pada pemegang saham yaitu Kementerian BUMN.

Setelah sejumlah pertemuan, disepakati kelanjutan program kerjasama pacar atau keagenan dengan mekanisme penunjukkan langsung. Selain itu, dalam pembentukan anggaran pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) PT Dirgantara Indonesia, pembiayaan kerjasama tersebut dititipkan dalam ‘sandi-sandi anggaran’ pada kesibukan penjualan dan pemasaran.

Selanjutnya, Budi Santoso memerintahkan Irzal Rinaldi Zailani dan Arie Wibowo untuk menyiapkan administrasi dan koordinasi proses kerjasama mitra atau keagenan. Irzal pun menghubungi Didi Laksamana untuk menyiapkan perusahaan yang hendak dijadikan mitra atau agen.

Kemudian, mulai Juni 2008 hingga 2018, dibuat kontrak kemitraan atau agen antara PT Dirgantara Indonesia yang ditandatangani oleh Penasihat Aircraft Integration dengan Direktur PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bani, dan PT Selaras Bangun Daya.

Atas kontrak kerjasama tersebut, seluruh mitra atau mata-mata tidak pernah melaksanakan pekerjaan berdasarkan kewajiban yang tertera dalam surat perjanjian kerjasama.

PT Dirgantara Indonesia baru mulai memenuhi nilai kontrak tersebut kepada kongsi mitra atau agen pada 2011 atau setelah menerima pembayaran dari pihak pemberi pekerjaan. Selama tarikh 2011 sampai 2018, jumlah pembayaran yang telah dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia kepada enam perusahaan mitra atau agen tersebut sekitar Rp 205, 3 miliar & USD 8, 65 juta, ataupun sekira Rp 330 miliar.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Tekan Risiko Banjir Jakarta, PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

fallback-image

Geledah Rumah Azis Syamsuddin, KPK Kembali Amankan Sejumlah Tanda

fallback-image

Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona, Pejabat India Bakal Dihukum

fallback-image

Pertukaran Blok Rokan, Legislator Riau Soroti Pasokan Listrik