fallback-image

KPI Kaji Potensi Pelanggaran pada Sinetron Suara Hati Hidup: Zahra

JawaPos. com – Wakil Ketua Tip Penyiaran Indonesia (KPI) Mulyo Hadi Purnomo mengatakan pihaknya masih mengkaji potensi pelanggaran yang terdapat di tayangan sinetron Suara Hati Istri: Zahra , sebelum memutuskan menganjurkan sanksi penghentian tayang terhadap sinetron itu.

Hal tersebut disampaikan Mulyo terkait adanya desakan publik agar tayangan sinetron tersebut dihentikan karena dinilai menawarkan perilaku kawin anak, permaduan, dan bahkan kekerasan erotis terhadap anak.

“Kalau soal pemberhentian itu kan kami harus tahu ada pelanggaran apa dengan dilakukan sinetron SHI (Suara Hati Istri: Zahra). Tengah ini kami masih meneliti, ” ujar Mulyo, Kamis (3/6), seperti dikutip daripada Antara.

Menurut Mulyo, yang menjadi titik masalah di dalam sinetron tersebut ialah penggunaan pemeran di lembah umur yang memerankan adegan dewasa.

Tetapi, kata dia, persoalan terpaut penggunaan artis di bawah umur memerankan adegan kala belum tercantum di dalam Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) maupun Standar Program Pancaran (SPS).

“Kalau boleh jujur kan bercak lemahnya persoalan penggunaan talent di bawah usia & memerankan adegan-adegan dewasa, tersebut di dalam P3 SPS kami belum dicantumkan. oleh karena itu kan kami barangkali ini sedang ada kajian selalu di KPAI atau agak-agak juga di lembaga lain berkaitan dengan itu, ” ujar Mulyo.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Pergeseran Meningkat, Pemerintah Ingatkan Daya Lonjakan Covid-19

fallback-image

Pengunjung Mal Anak-Anak Meningkat 30–40 Persen

fallback-image

KY Apresiasi DPR Sahkan tujuh Hakim Agung, Berikut Daftarnya

fallback-image

Penembakan Brutal di Kampus, 8 Tewas, Mahasiswa Lompat daripada Jendela