Kemendikbud Dorong Pendidikan Vokasi, Karena Diperlukan Industri

Kemendikbud Dorong Pendidikan Vokasi, Karena Diperlukan Industri

JawaPos. com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui kalender Merdeka Belajar akan menggandeng para pelaku industri untuk memberikan pelajaran pengajaran yang berguna kepada para siswa vokasi dan mahasiswa ketika berada di dunia kerja.

“Jadi ini terkait cara kita untuk meningkatkan peran pelajaran vokasi karena ini juga diperlukan oleh industri, ” terang Carik Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Naim dalam  webinar, Sabtu (20/6).

Ia mengatakan bahwa adanya  kerjasama untuk meningkatkan sekolah vokasi dan universitas dapat memberikan nilai tambah, baik untuk sekolah dan universitas serta industri itu tunggal.

“Pihak-pihak yang berjalan secara tidak langsung dengan pelajaran, seperti industri itu bisa punya kesempatan untuk berkolaborasi yang mampu memberikan manfaat untuk kedua mengaduk-aduk pihak, kolaborasi ini dari desain kita di pendidikan tinggi dengan kita kenal dengan kampus lepas, ” ujarnya.

Nantinya, para mahasiswa pun bisa menyelenggarakan aktivitas-aktivitas di luar kampus, dan akan diakui sebagai bagian daripada unsur pemenuhan kurikulum yang disyaratkan oleh program studinya. Jadi, mahasiswa memiliki fleksibilitas dalam melakukan perluasan diri dan melakukan studi, serta kampus perlu memberikan fleksibilitas itu.

“Kenapa (memberikan fleksibilitas) karena dalam kenyataannya, yang membuktikan bahwa karir mahasiswa itu kerap tidak didukung oleh apa dengan mereka pelajari ketika mereka belajar, jadi ketika mereka belajar, mereka diberi materi yang sempit, banyak kurikulum itu relatif sempit jadi ketika mereka lulus dan berkarir dan menghadapi berbagai tantangan, mereka harus mencari (keahlian) diluar program studi yang mereka ikuti zaman, ” tambahnya.

Pihaknya meminta semua kampus dapat memperbolehkan mahasiswa untuk bisa mengambil materi di luar program studi. Mulai dengan kegiatan magang, hingga rajin di lembaga masyarakat yang berlaku hingga satu tahun.

“Misalnya magang di industri, tidak 1-2 bulan, baru kenal pabrik langsung keluar, tapi satu tarikh sehingga bermanfaat bagi mahasiswa dan juga industrinya juga, ” tutupnya. (*)

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Tekan Risiko Banjir Jakarta, PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

fallback-image

Geledah Rumah Azis Syamsuddin, KPK Kembali Amankan Sejumlah Tanda

fallback-image

Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona, Pejabat India Bakal Dihukum

fallback-image

Pertukaran Blok Rokan, Legislator Riau Soroti Pasokan Listrik