fallback-image

Istri Sah Aniaya Teman Depan Suami, Terancam Penjara

JawaPos. com –Membina bahtera famili memang tidak mudah. Makin, jika ada pihak ke-3 yang tiba-tiba hadir pada rumah tangga. Hal tersebut dialami perempuan asal Surabaya Asteria Ismi. Dia dilaporkan atas tindak pidana pemerasan terhadap perempuan simpanan suaminya.

Kejadian itu bermula saat Aster pergi bersama Wenny Handayani. Keduanya telah saling mengenal. Pada Oktober 2019, mereka berdua melakukan perjanjian untuk bertemu di salah satu kafetaria di Jalan Pemuda, Surabaya, untuk mengklarifikasi hubungan Wenny dengan suami sah terdakwa, Zacharia Fananov. Dalam pertemuan tersebut, Wenny mengatakan tidak mempunyai hubungan apapun secara suami terdakwa.

Pada bulan yang sama, saat itu terdakwa berhubungan anak-anaknya ingin mengunjungi suaminya di salah satu kepala di Kota Surabaya. Zacharia berada di mal tersebut untuk menjaga stan pertunjukan tempat kerjanya. Zacharia & Wenny bekerja di tempat yang sama di lengah satu bank BUMN.

Ketika itu, tersangka ingin mencari suaminya dalam mal tersebut. Namun, tempat tidak kunjung bertemu. Dia lalu menyuruh kedua anaknya pulang terlebih dahulu menggunakan taksi online . Karena sudah tiba waktu ashar, Aster kendati pergi ke masjid buat menunaikan salat.

”Lantas bagaimana awal mula kejadian penganiayaan tersebut? ” tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis saat penelitian saksi Wenny di PN Surabaya pada Rabu (9/6).

Setelah melakukan ibadah, ternyata Aster bertemu dengan Wenny sedang duduk santai dan memainkan handphone . Tempat melihat Wenny sedang berkomunikasi melalui Whatsapp dengan obrolan kata-kata roman kepada seseorang dengan foto profil suaminya. Melihat hal tersebut, dia langsung emosi dan cacat mengambil handphone milik Wenny.

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Persipura Jayapura Datangkan Elisa Basna

fallback-image

Panas Imaji Bantu Promosikan UMKM Indonesia dengan Cara Baru

fallback-image

Perbandingan Kasus Covid-19 di Surabaya Raya Terkini

fallback-image

Traveloka Gandeng Sahabat Pulau Nusantara Tanam 10. 000 Bakau