IMM: Jangan Sampai Medan Dianggap sebagai Lumbung Korupsi Indonesia

IMM: Jangan Sampai Medan Dianggap sebagai Lumbung Korupsi Indonesia

JawaPos.com – Desakan untuk kehadian Islamic Center di Kota Medan terus mengemuka. Sebelumnya ditawarkan oleh Bobby Nasution, menantu Presiden Jokowi. Kini pemikiran itu juga dikemukakan oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko-HMI) Sumut.

“Wali Kota Medan tiga kali berturut-turut tersangkut korupsi, bisa jadi salah satu penyebabnya Kota Medan sudah sangat dekat dengan kemaksiatan,” ujar Ketua Badko HMI Sumut M. Alwi Hasbi Silalahi kepada wartawan, Kamis (23/7).

Alwi Hasbi mengusulkan, agar Kota Medan menjadi berkah, perlu kehadiran Islamic Center. Sebab, kini Islamic Center sudah menjadi kebutuhan umat yang sangat mendesak.

Menurut dia,  Kota Medan memiliki modal besar menjadikan tatanan Islam sebagai salah satu ikon kotanya. Untuk itu, pembangunannya harus terealisasi. Islamic Center nantinya tidak hanya sekadar untuk tempat belajar agama dan memberikan keuntungan bagi umat Islam. Tapi juga memberi manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat luas. Nantinya bisa bermuara pada pendapatan daerah.

“Di banyak kota, Islamic Center menjadi destinasi wisata religi yang dikelola dengan baik oleh pemerintah daerahnya dan mendatangkan pendapatan daerah yang luar biasa. Selain itu juga masyarakat nonmuslim juga mendapat manfaat dari aspek sosial dan ekonomi,” tandasnya.

Di tempat lain, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumut mengharapkan kehadiran pemimpin yang bisa memperbaiki kesenjangan sosial di Kota Medan. “Kota Medan butuh sosok yang memiliki kesiapan dan kemampuan memimpin,” ujar Ketua Umum IPM Sumut Hanifah Syafina.

Dia mengingatkan, jangan sampai Kota Medan ini jatuh pada lobang yang sama. Sudah tiga kali wali kotanya terjerat kasus korupsi. Jangan kasus serupa lagi. “Ini penting dicamkan oleh warga Medan,” katanya.

Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan Imam Sakti Lubis berharap tampilnya sosok muda sebagai pemimpin Kota Medan.

Dia tidak ingin warga Medan jatuh pada lobang yang sama dalam proses Pilkada. “Jangan sampai Kota Medan terjerumus dan dianggap sebagai lumbung korupsi Indonesia,” terangnya.

“Siapa pun yang mencalonkan diri menjadi pemimpin Kota Medan, harus berkolaborasi dengan pemuda. Karena memang lebih dari 50 persen warga Medan berada di usia produktif. Apabila itu dimanfaatkan oleh calon-calon yang ingin maju, saya yakin dan percaya bisa membawa Medan lebih baik,” bebernya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Pertikaian dengan Kelompok Separatis Mengejawantahkan Stagnasi di Papua

fallback-image

Pemkot Surabaya Larang Tradisi Takbir Keliling dan Open House

fallback-image

Polemik Alih Status Pegawai KPK Jadi ASN, Perkom Lampaui Undang-Undang

fallback-image

Hobi Baking Kue, Intip Selera BCL Saat Kirim Hampers Lebaran