Delapan Polisi Dipecat Karena Kasus Manipulasi dan Narkoba

Delapan Polisi Dipecat Karena Kasus Manipulasi dan Narkoba

JawaPos. com –Delapan personel Polda Sumatera Selatan berpangkat bintara dipecat karena kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, desersi, serta peristiwa penggelapan. Pemecatan bintara tersebut dikerjakan dalam upacara khusus di Markas Polda Sumsel, Palembang, dipimpin Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri S.

Kapolda Irjen Pol Eko mengatakan, upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) adalah salah satu wujud dan wujud realisasi komitmen pimpinan Polri dalam memberikan sanksi tegas berupa  punishment   kepada personel yang melakukan pelanggaran hukum serta disiplin atau Kode Etik Kepolisian.

Delapan personel dengan menjalani upacara (PTDH), yaitu tiga dari Satker Polda Sumsel serta lima personel dari polres leretan. Tiga personel Satker Polda Sumsel yang dipecat, yakni Brigadir Agus Dianto (bintara Yanma Polda Sumsel atas kasus penggelapan dengan pemberatan), Brigadir Hendy Afrizal (bintara Ditsamapta Polda Sumsel, kasus desersi sejak Januari 2019), dan Briptu Anton Budiarto (bintara SPN Polda Sumsel, kasus desersi 2 tahun).

Sedangkan lima personel yang dipecat dari polres jajaran, yaitu Bripka Tomi Hermanto (bintara Polres Lubuk Linggau, kasus desersi 4 tahun), Brigadir Aliluddin Damanik (bintara Polres Ogan Komering Ilir, urusan narkoba), Briptu Sony Akolayoda (bintara Polres Empat Lawang, kasus desersi 2 tahun), Briptu Arif Hidayattullah (bintara Polres Empat Lawang, peristiwa narkoba), dan Bripda Kapatrea (bintara Polres Lubuk Linggau, kasus mangkir 4 tahun).

”Saya ingatkan kepada seluruh personel supaya terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, tingkatkan kedisiplinan pribadi dan kesatuan serta hindari tingkah laku, tutur kata, dan sikap-sikap, seperti arogansi, individualisme, dan cuek sehingga anggota Polri dapat menjadi teladan bagi keluarga dan umum, ” ujar Eko.

Kapolda juga memerintahkan, seluruh arahan satker dan satwil untuk langsung melakukan pembinaan personel dan tidak bosan untuk menegur, mengingatkan, beserta menasihati bila mengetahui anggotanya melaksanakan penyimpangan dan pelanggaran.

Kapolda berharap upacara tersebut tidak terjadi lagi. Untuk itu, diharapkan seluruh personel dapat mengambil moral serta pelajaran dari upacara PTDH tersebut.

”Jadikan pelepasan personel tidak dengan hormat jadi bahan introspeksi diri dan cerminan bagi yang lain agar menjadi pribadi yang baik, ” tutur Eko.

Dia mengimbau anggota Polri menjalankan tugas secara profesional dan melaksanakan tugas dengan baik serta bertanggung jawab pantas dengan aturan yang berlaku, beserta dapat meningkatkan kinerja, inovasi, dan motivasi untuk menjadi insan Bhayangkara yang berprestasi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Tekan Risiko Banjir Jakarta, PUPR Bangun Stasiun Pompa Ancol Sentiong

fallback-image

Geledah Rumah Azis Syamsuddin, KPK Kembali Amankan Sejumlah Tanda

fallback-image

Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona, Pejabat India Bakal Dihukum

fallback-image

Pertukaran Blok Rokan, Legislator Riau Soroti Pasokan Listrik