Bola lampu 1 Juli Bus Bisa Mengambil 70 Persen Penumpang

Bola lampu 1 Juli Bus Bisa Mengambil 70 Persen Penumpang

JawaPos. com – Kuota penumpang yang bisa diangkut tiap moda di masa lazim baru terus ditingkatkan. Per satu Juli nanti kapasitas penumpang bus dinaikkan dari 50 persen zaman ini menjadi 70 persen.

Dirjen Perhubungan Darat Watak Setiyadi menyatakan bahwa penambahan itu berlaku pada daerah yang dinyatakan zona kuning dan hijau. Penentuan zona tersebut bergantung keputusan sebab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

”Adanya kenaikan total penumpang, seharusnya tidak ada kenaikan tarif, ” ujar Budi kemarin (26/6).

Meski kapasitas penumpang dinaikkan, Budi yakin jumlah penumpang tak akan banyak. Sebab, masyarakat masih takut untuk berjalan. Minggu lalu Budi mengunjungi Terminal Pulo Gebang. Dia pun cuma melihat empat penumpang yang terbang dalam satu bus.

Selain ketakutan masyarakat, ada besar daerah yang memiliki aturan selektif bagi pendatang. Hal itulah dengan membuat mobilitas belum maksimal mematok sekarang. ”Pertumbuhan angkutan umum di daerah yang ketat belum cara, ” ungkapnya.

Tempat menyatakan bahwa Menteri Perhubungan Tabiat Karya Sumadi menginstruksikan agar seluruh operasional transportasi berdasar pada surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun, untuk penindakan, Ditjen Perhubungan Darat tak bisa banyak berkutik. Sebab, PPNS Ditjen Pertalian Darat hanya bisa menindak dalam terminal dan jembatan timbang. Pada luar itu, mereka harus menggandeng kepolisian.

”Kondisi dalam lapangan pengawasan dan diskresinya bertentangan, ” ucapnya.

Tengah itu, pengecekan protokol kesehatan terus dilakukan. Kemarin Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Jogjakarta dan Solo untuk memastikan implementasi protokol kesehatan di sejumlah ikatan transportasi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Patrick Stewart

Related Posts

fallback-image

Walau No 1 Dunia Tumbang, Jepang ke Final secara Sikat Malaysia 3-1

fallback-image

Liriknya Dijadikan Lawakan, Pencipta Lagu Harta Berharga Geram

fallback-image

Jalani Operasi Bentall, Chef Haryo dan Istri Baca Ciri Nabi Ayub

fallback-image

Varian Covid-19 Masih jadi Gertakan, 3 Prokes Ini Wajib Dipatuhi